Mengenal Apa itu Ransomware: Cara Kerja dan Tips Pencegahannya

Mengenal Apa itu Ransomware Cara Kerja dan Tips Pencegahannya

Di zaman digital saat ini, ancaman siber semakin menjadi perhatian karena dapat memiliki dampak signifikan bagi individu, perusahaan, bahkan negara. Salah satu jenis ancaman siber yang semakin populer adalah ransomware.

Ransomware adalah salah satu jenis perangkat lunak berbahaya (malware) yang menyerang komputer korban dengan mengenkripsi seluruh data yang ada di dalamnya. Untuk mendapatkan kembali akses ke data tersebut, para pelaku serangan biasanya meminta uang tebusan dari korban.

Beberapa kasus baru-baru ini yang menarik perhatian publik adalah gangguan pada layanan ATM dan mobile banking Bank Syariah Indonesia (BSI), yang diduga disebabkan oleh serangan ransomware. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi dunia perbankan dalam negeri untuk memberikan perhatian lebih pada keamanan sistem yang digunakan.

Baca Juga : Notifikasi Keamanan Layanan Ssh Pada Mikrotik Menggunakan SMS

Pada bulan Desember 2021 / Januari 2022, Bank Indonesia (BI) juga menjadi korban ransomware jenis Conti. BI mengkonfirmasi adanya serangan ransomware dalam jaringannya. Meskipun pelaku serangan tidak disebutkan oleh BI, kejadian ini menjadi peringatan penting.

Cara Kerja Ransomware

Ransomware adalah serangan siber yang sangat berbahaya, dengan tujuan pemerasan terhadap organisasi, perusahaan, bahkan individu. Berikut adalah proses serangan ransomware yang terjadi:

  1. Pengguna mengunduh malware melalui salah satu media yang digunakan oleh peretas.
  2. Malware akan terinstal di perangkat untuk mencari data penting dan berharga yang dapat digunakan sebagai ancaman terhadap pemilik data.
  3. Setelah menemukan data/informasi penting, malware akan mengenkripsi file-file tersebut sehingga tidak dapat diakses oleh pemilik data.
  4. Para peretas akan mengirim pesan ancaman (Ransom Notes) kepada pemilik data, meminta sejumlah uang/benefit sebagai tebusan dengan janji mengembalikan data yang telah dienkripsi. Jika pemilik data menolak memberikan uang/benefit yang diminta, para peretas mengancam akan menghapus atau membocorkan data/informasi penting tersebut.

Tips Pencegahan Serangan Ransomware

Serangan ransomware adalah ancaman serius dalam dunia digital. Untuk membantu mencegah serangan ransomware. Untuk mencegah serangan ransomware, berikut adalah beberapa tips yang dapat diikuti:

  1. Edukasi Pengguna: Berikan pelatihan dan edukasi kepada pengguna tentang praktik keamanan digital yang baik. Ajarkan mereka untuk tidak mengklik tautan atau lampiran yang mencurigakan, untuk berhati-hati dengan situs web yang tidak terpercaya, dan untuk melaporkan kejadian yang mencurigakan kepada tim IT.
  2. Gunakan perangkat lunak keamanan yang kuat: Pasang dan perbarui perangkat lunak antivirus dan anti-malware terbaru di komputer Anda. Pastikan perangkat lunak tersebut selalu diperbarui secara teratur untuk mendeteksi dan menghapus ancaman terbaru.
  3. Perbarui sistem operasi dan perangkat lunak: Selalu perbarui sistem operasi dan perangkat lunak dengan patch keamanan terbaru. Pembaruan ini seringkali mengatasi kerentanan keamanan yang dapat dimanfaatkan oleh peretas.
  4. Hati-hati saat membuka lampiran dan mengklik tautan: Jangan membuka lampiran atau mengklik tautan dari email yang mencurigakan atau tidak dikenal. Ransomware seringkali menyebar melalui email phishing atau tautan yang meragukan. Perhatikan email yang meminta tindakan segera atau memberikan informasi pribadi.
  5. Hindari mengunduh perangkat lunak dari sumber yang tidak terpercaya: Unduh perangkat lunak hanya dari situs web resmi dan sumber yang terpercaya. Mengunduh perangkat lunak dari sumber yang tidak dikenal meningkatkan risiko mengunduh ransomware yang tersembunyi di dalamnya.
  6. Cadangkan Data Secara Teratur: Lakukan cadangan rutin data penting Anda, baik secara lokal maupun di tempat penyimpanan yang terpisah dan aman. Dengan memiliki salinan data yang terpisah, Anda dapat memulihkan informasi Anda jika terkena serangan ransomware tanpa harus membayar tebusan.
  7. Aktifkan firewall dan filter lalu lintas jaringan: Aktifkan firewall pada komputer Anda dan gunakan filter lalu lintas jaringan untuk membatasi akses ke situs web yang tidak aman atau berbahaya. Ini dapat membantu mencegah ransomware masuk ke jaringan Anda.
  8. Tingkatkan kesadaran tentang keamanan: Edukasi semua pengguna komputer tentang ancaman ransomware dan berikan pelatihan mengenai cara mengenali email phishing atau tautan yang mencurigakan. Semakin sadar pengguna, semakin kecil kemungkinan terjadinya serangan ransomware.
  9. Batasi hak akses pengguna: Berikan hak akses yang sesuai kepada pengguna di jaringan Anda. Pengguna yang tidak memerlukan hak akses administratif atau akses ke file yang tidak diperlukan dapat membatasi dampak serangan ransomware jika akun mereka terkena serangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *