Subandi Giyanto Seniman Wayang dan Lukis Kaca dari Bantul yang Merawat Warisan Budaya Jawa
|

Subandi Giyanto: Seniman Wayang dan Lukis Kaca dari Bantul yang Merawat Warisan Budaya Jawa

Subandi Giyanto merupakan salah satu seniman asal Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dikenal melalui karya seni berbasis wayang, tatah sungging, dan lukis kaca. Berangkat dari tradisi seni wayang kulit, Subandi Giyanto terus mengeksplorasi berbagai media untuk menghadirkan seni tradisional Jawa dalam bentuk yang tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Kini, informasi mengenai profil, karya, kegiatan seni, artikel, media sosial, hingga informasi untuk mengoleksi karya Subandi Giyanto dapat ditemukan melalui Linktree resmi Subandi Giyanto.

👉 Profil dan berbagai tautan resmi Subandi Giyanto:
linktr.ee/subandigiyanto

Link Tree ini dibuat oleh mahasiswa KKN PPM kelompok 119, KKN Mandiri UMBY tahun 2026.

Mengenal Subandi Giyanto

Subandi Giyanto adalah seniman tradisional yang berasal dari Padukuhan Gendeng, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Pemerintah Daerah DIY melalui portal Jogja Budaya mencatat Subandi Giyanto sebagai tokoh seniman dan budayawan yang memiliki perhatian kuat terhadap pelestarian wayang kulit.

Kecintaannya terhadap seni wayang telah tumbuh sejak usia muda. Dalam berbagai profil dan pemberitaan, Subandi disebut telah menekuni pembuatan wayang kulit sejak sekitar 1965, dengan keterampilan tatah dan sungging yang dipelajari dari ayahnya yang juga merupakan perajin wayang kulit.

Perjalanan panjang tersebut kemudian membawanya tidak hanya menjadi perajin wayang, tetapi juga berkembang sebagai perupa dan seniman lukis kaca.

Subandi Giyanto dan Seni Lukis Kaca

Salah satu ciri khas karya Subandi Giyanto adalah penggunaan kaca sebagai media lukisan.

Berbeda dengan lukisan pada kanvas, lukis kaca membutuhkan ketelitian dan teknik tersendiri. Tokoh-tokoh pewayangan digambar pada permukaan kaca, kemudian diberi warna menggunakan cat sehingga menghasilkan karya dengan karakter visual yang khas.

RRI Yogyakarta melaporkan pada Juli 2026 bahwa Subandi Giyanto telah menekuni seni lukis kaca sejak 1979. Karyanya bahkan pernah menjadi cendera mata bagi tamu kenegaraan pada era Presiden Soeharto.

Konsistensi tersebut membuat Subandi Giyanto dikenal sebagai salah satu seniman yang masih mempertahankan tradisi lukis kaca tradisional Yogyakarta.

Dari Wayang Kulit hingga Berbagai Media Seni

Karya Subandi Giyanto tidak berhenti pada wayang kulit dan kaca.

Dokumentasi dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul menyebutkan bahwa Subandi mengeksplorasi sosok wayang ke berbagai media, antara lain kanvas, kertas, kayu, logam, kain, kaca, dan cermin. Sejumlah karyanya juga telah mendapatkan apresiasi dan masuk dalam koleksi Galeri Nasional.

Eksplorasi tersebut menunjukkan bahwa wayang bagi Subandi bukan sekadar objek visual. Wayang menjadi sumber inspirasi untuk membaca kehidupan, nilai budaya, filosofi Jawa, dan perjalanan manusia.

Dengan demikian, karya Subandi Giyanto menjadi pertemuan antara seni tradisional dan eksplorasi seni rupa modern.

Merawat Tradisi Tatah Sungging di Bangunjiwo

Selain berkarya, Subandi Giyanto juga memiliki perhatian terhadap keberlanjutan regenerasi perajin wayang kulit.

Tatah sungging merupakan bagian penting dalam proses pembuatan wayang kulit. Tatah berkaitan dengan proses membuat ornamen dan bentuk pada kulit, sedangkan sungging merupakan proses pewarnaan.

Tradisi tersebut merupakan bagian dari identitas seni masyarakat Gendeng, Bangunjiwo. Namun, jumlah perajin tatah sungging di kawasan tersebut semakin berkurang.

RRI pada Juli 2026 melaporkan bahwa perajin tatah sungging di Padukuhan Gendeng kini hanya tersisa sekitar 30 orang. Kondisi tersebut mendorong Subandi untuk ikut mengenalkan keterampilan tatah sungging kepada anak-anak di lingkungan sekitar.

Upaya regenerasi inilah yang membuat sosok Subandi Giyanto tidak hanya penting sebagai seorang seniman, tetapi juga sebagai bagian dari proses pelestarian budaya Jawa.

Subandi Giyanto Art Studio

Aktivitas seni Subandi Giyanto juga berkembang melalui Subandi Giyanto Art Studio.

Kalurahan Bangunjiwo pada Juli 2026 turut mempublikasikan kegiatan Workshop Wayang Kulit Bersama Subandi Giyanto Art Studio, yang mengangkat tema pelestarian budaya tatah sungging dan lukis kaca.

Workshop semacam ini menjadi ruang untuk memperkenalkan teknik dan filosofi seni tradisional kepada generasi muda sekaligus masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat proses pembuatan karya wayang.

Melihat Karya dan Aktivitas Subandi Giyanto di Internet

Di tengah perkembangan media digital, karya seni tradisional juga membutuhkan ruang untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.

Karena itu, Subandi Giyanto kini memiliki halaman Linktree resmi yang berfungsi sebagai pintu masuk menuju berbagai informasi digital tentang dirinya.

Di halaman tersebut tersedia beberapa bagian penting, antara lain:

  • Biografi dan kekaryaan
  • Arsip media dan liputan
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
  • Galeri
  • Informasi workshop
  • Lokasi
  • Informasi koleksi karya

Profil Linktree tersebut juga memperkenalkan Subandi Giyanto sebagai traditional painting artist based in Yogyakarta, Indonesia dan menyediakan akses ke berbagai kanal digitalnya.

Kunjungi Linktree Resmi Subandi Giyanto

Bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh tentang karya, perjalanan berkesenian, aktivitas workshop, maupun media sosial Subandi Giyanto, seluruh tautan tersebut dapat diakses melalui:

Subandi Giyanto Official – Linktree

Link tersebut dapat menjadi pusat informasi bagi pecinta seni, kolektor, peneliti budaya, mahasiswa, pelajar, maupun masyarakat umum yang ingin mengetahui lebih jauh tentang seni wayang dan lukis kaca Yogyakarta.

Menjaga Wayang agar Tetap Hidup di Zaman Modern

Perjalanan Subandi Giyanto memperlihatkan bahwa melestarikan budaya tidak selalu berarti mempertahankan sebuah karya dalam bentuk yang sama.

Wayang dapat tetap hidup ketika nilai, karakter, dan filosofinya terus dibawa ke berbagai bentuk baru.

Melalui lukisan kaca, kanvas, kayu, kain, logam, hingga media lainnya, Subandi Giyanto menunjukkan bahwa wayang dapat menjadi sumber inspirasi seni yang tidak terbatas oleh zaman.

Di sisi lain, kegiatan mengajarkan tatah sungging kepada generasi muda menjadi bagian penting dari upaya memastikan keterampilan tradisional tersebut tidak berhenti pada satu generasi.

Subandi Giyanto adalah seniman asal Bantul yang telah mendedikasikan sebagian besar perjalanan hidupnya untuk seni wayang, tatah sungging, dan lukis kaca.

Dari belajar wayang sejak masa kanak-kanak hingga dikenal sebagai seniman lukis kaca dan perupa, perjalanan Subandi menjadi salah satu contoh bagaimana seni tradisional Jawa dapat terus berkembang tanpa kehilangan akar budayanya.

Bagi Anda yang ingin melihat karya, mengikuti aktivitas, membaca arsip pemberitaan, mengetahui informasi workshop, atau menemukan akun media sosial resminya, kunjungi:

👉 https://linktr.ee/subandigiyanto

Subandi Giyanto — merawat wayang, mengembangkan seni, dan menjaga warisan budaya Jawa agar tetap hidup lintas generasi.


Mengenal Subandi Giyanto, seniman wayang dan lukis kaca dari Bantul, Yogyakarta. Simak perjalanan berkesenian, karya, tatah sungging, workshop, dan Linktree resminya.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *